Kamis, 29 Mei 2008

HABIB KOMPAS TELAH PERGI SELAMANYA

Selasa malam saya dan habib hamzah asseggaf bertamu kerumah Habib Alwi bin Ahmad al-Jufri atau yang lebih dikenal dengan Habib Kompas, sebuah nama komplek yang terkenal dibilangan jl A.Yani Martapura tepatnya disamping Polres Banjar. Ketika itu Hb. Alwi mengutarakan bahwa keadaan kondisi kepalanya yang sering sakit, sang habib mengutarakan rasa kangennya karena lama tidak ketemu, pasca hol Solo. Tidak berapa lama Hb Muhammad bin Muhdor al-Muhdor datang, kamipun bersalaman, Hb Muhammad berkata "Ayo bib secepatnya kita ke RS" . Lalu berangkatlah kami berempat, Saya, Hb Alwi dan Hb Muhammad naik mobil sedang Hb Hamzah naik sepeda motor menuju RS Ratu Zaleha Mtp. Sesampainya di sana Hb Alwi langsung dimasukkan di UGD untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami memesan kamar yg diinginkan untuk opname, akan tetapi kamar yang diinginkan ternyata tidak ada, akhirnya pihak RS merujuk ke Banjarbaru, kamipun berangkat ke Banjarbaru setelah sebelumnya kami menjemput istri hb Alwi, sesampainya di RS Banjarbaru, Habib kembali dimasukkan di UGD, kamipun kembali memesan kamar buat Habib opname, ternyata juga tidak ada kamar yang dinginkan. Kata pihak RS, Habib istirahat dulu di UGD sambil menghabiskan sisa infus dan meminum obat yg diberikan, kalo sudah kelihatan enak maka diijinkan untuk pulang.

Ketika di RS banjarbaru banyak juga yang menjenguk, diantaranya Hb Gasim al-Gadri, Hb Hamdi al-Hamid dll. Setalah melihat kondisi Hb Alwi yang kelihatan membaik, pihak rumah sakit mengijinkan untuk pulang pada malam itu juga atau sekitar jam 12 malam. Kamipun kembali mengantar Hb Alwi ke rumahnya.

Keesokan harinya sekitar jam 7 pagi saya ditelpon oleh istri Hb Alwi, dia bilang penyakit habib kambuh lagi dan malah cenderung parah, saya diminta menghubungi Hb Muhammad al-Muhdor untuk diminta bantuannya mengantar ke RS Sari Mulia Banjarmasin. Dari rumah Hb Muhammad al-Muhdor, saya langsung menuju ke rumah hb Alwi untuk melihat kondisi beliau. Sesampainya di sana saya sangat sedih melihat keadaab habib yang menahan rasa sakitnya. Akhirnya Hb Muhammad datang dan langsung Hb Alwi kami bawa ke RS Sari Mulia Bjm.

Sesampainya di RS, Hb Alwi langsung kami masukkan ke UGD, di situ habib muntah tensi darahnya mencapai 180/100 suatu tingkatan yang memungkinkan orang kena stroke, saya semakin prihatin melihat keadaan hb Alwi. Setelah menyelesaikan segala administrasinya, hb Alwi dibawa ke ruangan Vip 5 untuk di opname, habib ditangani oleh DR Hasyim Fachir. Kata habib sakit kepalanya masih saja terasa sambil berdoa semoga jangan sampai kena stroke, sayapun berharap demikian, Menjelang siang darahnya ditensi kembali, kali ini agak turun yaitu 160/100. Menjelang magrib saya sholat di musholla RS, setelah itu saya kembali ke kamar habib, sesampainya di sana habib mengajak saya untuk bersama-sama membaca surah yasin dan ratibulhaddad, saya pun membacanya beserta beliau. Malam itu kondisi habib kelihatan normal, malamnya bisa tidur

Dua hari kemudian atas permintaan RS agar habib di CT Scan kepala beliau kali ini dilakukan di RS Suaka Insan Bjm. Setelah di CT Scan hasilnya baru di ketahui pada malam harinya.

Selanjutnya saya pergi ke mtp sambil terus memantau keadaan habib lewat hp. Beberapa hari kemudian anak habib Alwi yaitu sayyid Husin datang dari jawa bersama Hb Ahmad Al-Jufri salah seorang kerabat habib yang sangat berjasa mengurus segala keperluan habib Alwi.

Hasil CT Scan yang di beritakan fihak RS adalah pendarahan di otak, sebuah hasil yang mengejutkan banyak pihak. Maka disarankan agar habib Alwi berobat ke Jawa. Keluarga habib berunding, untuk itu saudara habib Alwi yang di jawa datang yaitu Habib Salim dan Habib Ali,

Setelah mengurus segala sesuatunya Hb Alwi di putuskan dibawa ke Malang Jawa Timur. Sesampainya di Malang habib Alwi di masukkan di RS Supraoen, hasil dari dokter di RS tersebut terdapat pendarahan di luar otak, maka diputuskanlah untuk di operasi. Pada tanggal 19 mei 2008 operasi di lakukakan, Operasinya berjalan lancar, akan tetapi sesudah operasi habib Alwi masih di masukkan di ruang ICU, sejak saat itu habib Alwi sudah tidak bisa lagi di ajak ngomong seperti sebelumnya. Setelah beberapa kali mengalami kondisi yang turun naik pasca operasi, tanggal 27 mei 2008 habib Alwi di scan ulang hasilnya, masih terdapat sisa cairan, Tanggal 28 Mei 2008 sekitar jam 6 pagi saya menerima sms dari Sayyid Husin yang terus melaporkan perkembangan habib Alwi bahwa keadaan Habib semakin kritis dan harus di bawa keruang ICU lagi soalnya cairannya sudah masuk ke jantung, siang harinya saya menerima sms lagi bahwa paru-parunya juga kemasukan cairan… habib makin kritis. Tepat jam 18.00 WIB, HABIB ALWI BIN AHMAD AL-JUFRI menghembuskan nafasnya yang terakhir, INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UN. Di kuburkan di kota Malang Jawa Timur bersebelahan dengan ayahanda beliau.

Banyak kenangangan yang tertinggal dengan sosok Hb Alwi al-Jufri, khususnya bagi para habaib atau ahwal yang pernah mampir dan menginap di kompas martapura, sosok habib yang kebapakan, suka dengan tamu, melayani tamu, sehingga tempat beliau tidak pernah sepi dari tamu. SELAMAT JALAN HABIB KOMPAS, doa dan kecintaan kami senantiasa abadi untuk habib.

Tidak ada komentar: