Ketika di RS banjarbaru banyak juga yang menjenguk, diantaranya Hb Gasim al-Gadri, Hb Hamdi al-Hamid dll. Setalah melihat kondisi Hb Alwi yang kelihatan membaik, pihak rumah sakit mengijinkan untuk pulang pada malam itu juga atau sekitar jam 12 malam. Kamipun kembali mengantar Hb Alwi ke rumahnya.
Keesokan harinya sekitar jam 7 pagi saya ditelpon oleh istri Hb Alwi, dia bilang penyakit habib kambuh lagi dan malah cenderung parah, saya diminta menghubungi Hb Muhammad al-Muhdor untuk diminta bantuannya mengantar ke RS Sari Mulia Banjarmasin. Dari rumah Hb Muhammad al-Muhdor, saya langsung menuju ke rumah hb Alwi untuk melihat kondisi beliau. Sesampainya di
Sesampainya di RS, Hb Alwi langsung kami masukkan ke UGD, di situ habib muntah tensi darahnya mencapai 180/100 suatu tingkatan yang memungkinkan orang kena stroke, saya semakin prihatin melihat keadaan hb Alwi. Setelah menyelesaikan segala administrasinya, hb Alwi dibawa ke ruangan Vip 5 untuk di opname, habib ditangani oleh DR Hasyim Fachir. Kata habib sakit kepalanya masih saja terasa sambil berdoa semoga jangan sampai kena stroke, sayapun berharap demikian, Menjelang siang darahnya ditensi kembali, kali ini agak turun yaitu 160/100. Menjelang magrib saya sholat di musholla RS, setelah itu saya kembali ke kamar habib, sesampainya di
Dua hari kemudian atas permintaan RS agar habib di CT Scan kepala beliau kali ini dilakukan di RS Suaka Insan Bjm. Setelah di CT Scan hasilnya baru di ketahui pada malam harinya.
Selanjutnya saya pergi ke mtp sambil terus memantau keadaan habib lewat hp. Beberapa hari kemudian anak habib Alwi yaitu sayyid Husin datang dari jawa bersama Hb Ahmad Al-Jufri salah seorang kerabat habib yang sangat berjasa mengurus segala keperluan habib Alwi.
Hasil CT Scan yang di beritakan fihak RS adalah pendarahan di otak, sebuah hasil yang mengejutkan banyak pihak. Maka disarankan agar habib Alwi berobat ke Jawa. Keluarga habib berunding, untuk itu saudara habib Alwi yang di jawa datang yaitu Habib Salim dan Habib Ali,
Setelah mengurus segala sesuatunya Hb Alwi di putuskan dibawa ke Malang Jawa Timur. Sesampainya di Malang habib Alwi di masukkan di RS Supraoen, hasil dari dokter di RS tersebut terdapat pendarahan di luar otak, maka diputuskanlah untuk di operasi. Pada tanggal 19 mei 2008 operasi di lakukakan, Operasinya berjalan lancar, akan tetapi sesudah operasi habib Alwi masih di masukkan di ruang ICU, sejak saat itu habib Alwi sudah tidak bisa lagi di ajak ngomong seperti sebelumnya. Setelah beberapa kali mengalami kondisi yang turun naik pasca operasi, tanggal 27 mei 2008 habib Alwi di scan ulang hasilnya, masih terdapat sisa cairan, Tanggal 28 Mei 2008 sekitar jam 6 pagi saya menerima sms dari Sayyid Husin yang terus melaporkan perkembangan habib Alwi bahwa keadaan Habib semakin kritis dan harus di bawa keruang ICU lagi soalnya cairannya sudah masuk ke jantung, siang harinya saya menerima sms lagi bahwa paru-parunya juga kemasukan cairan… habib makin kritis. Tepat jam 18.00 WIB, HABIB ALWI BIN AHMAD AL-JUFRI menghembuskan nafasnya yang terakhir, INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UN. Di kuburkan di
Banyak kenangangan yang tertinggal dengan sosok Hb Alwi al-Jufri, khususnya bagi para habaib atau ahwal yang pernah mampir dan menginap di kompas martapura, sosok habib yang kebapakan, suka dengan tamu, melayani tamu, sehingga tempat beliau tidak pernah sepi dari tamu. SELAMAT JALAN HABIB KOMPAS, doa dan kecintaan kami senantiasa abadi untuk habib.

